17 Hal Tentang Kanker Serviks Yang Perlu Anda Tahu




Di Indonesia, kanker serviks menjadi penyebab nomer 1 kematian karena kanker pada wanita. Sedangkan di negara-negara maju, kanker serviks menjadi penyebab nomer 2 kematian karena kanker pada wanita

Hal ini terjadi karena di Indonesia masih sangat jarang wanita yang melakukan skrining kanker serviks secara rutin. Sedangkan di negara-negara maju, skrining kanker serviks telah menjadi budaya rutin bagi para wanita disana. Padahal jika diperiksakan secara rutin, dampak lebih buruk dari kanker serviks dapat dicegah. Sayangnya banyak yang datang ke dokter setelah mengalami stadium lanjut.

Di Indonesia terjadi 41 kasus kanker serviks baru per hari dan menyebabkan setidaknya 20 kematian per hari. Angka yang sangat besar bukan?

Lalu apa itu kanker serviks dan apa saja yang perlu kaum perempuan tahu mengenai kanker serviks?

1# Apa Itu Kanker Serviks?
Kanker serviks atau disebut juga kanker leher rahim adalah kanker yang tumbuh pada leher rahim. Sedangkan serviks (leher rahim) merupakan bagian paling bawah dari rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina.
Sumber gambar : kankerservik.com

2# Apakah Kanker Serviks Bergejala?
Pada stadium dini, gejalanya tidak  khas atau bahkan tidak bergejala. Sedangkan pada stadium lanjut, akan timbul gejala berupa :
·         Pendarahan setelah bersenggama
·         Keputihan atau keluarnya cairan encer dari vagina
·         Pendarahan setelah menopause
·         Keluar cairan kekuningan berbau, bercampur dengan darah

3# Apa Penyebab Kanker Serviks?
99,7% kanker serviks disebabkan oleh virus Human Papilloma (HPV) Onkogenik High Risk Type (Tipe Risiko Tinggi). HPV Tipe Risiko Tinggi yaitu tipe 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68.

HPV sebetulnya bukanlah virus baru namun banyak orang yang tidak sadar telah terinfeksi oleh virus ini karena infeksi HPV biasanya tidak bergejala dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menyebabkan masalah kesehatan.

Berdasarkan kemampuannya dalam menyebabkan kanker serviks, terdapat 2 tipe HPV, yaitu :
  • Tipe risiko rendah : berkaitan dengan semacam kutil dan tidak menyebabkan kanker
  • Tipe risiko tinggi : dapat menyebabkan kanker.
Kurang lebih 50% orang yang sudah aktif secara seksual, baik pria maupun wanita, pernah terinfeksi HPV.  Namun yang perlu mendapat perhatian adalah apabila infeksinya menetap sehingga dapat menjadi penyebab timbulnya kanker serviks.

Human Papilloma Virus (HPV)
Sumber gambar : gesundheitsindustrie-bw.de

4# Apakah Jika Terinfeksi HPV Risiko Tinggi Artinya Terkena Kanker Serviks?
Jawabannya adalah TIDAK. Hasil HPV tipe risiko tinggi tidak sama dengan diagnosis kanker. Infeksi HPV risiko tinggi akan menimbulkan kanker apabila infeksinya menetap.

5# Bagaimana Perkembangan Infeksi Sampai Menjadi Kanker Serviks?
Proses perkembangan kanker serviks tidak secepat kanker jenis lainnya, seperti kanker paru- paru, kanker getah bening, kanker otak, sehingga dalam jeda waktu tersebut banyak hal yang bisa dilakukan.

Proses perubahan dari infeksi HPV risiko tinggi pada leher rahim menjadi kanker memerlukan waktu yang lama, berkisar 10-15 tahun, namun ada juga yang lebih cepat.

6# Apa Yang Menyebabkan Seseorang Mudah Terinfeksi HPV?
Mayoritas orang yang telah aktif secara seksual dapat terinfeksi HPV.

Kelompok dengan risiko tinggi terinfeksi HPV diantaranya :
  • Wanita yang melakukan hubungan seksual pertama di usia 16-21 tahun.

Hal ini terjadi karena pada usia tersebut, seorang wanita masih mengalami perubahan hormon yang besar. Kondisi leher rahim masih belum berkembang sempurna dan sel-sel leher rahim masih sangat aktif. Oleh karena itu jika melakukan hubungan seksual pada usia remaja, akan lebih mudah terinfeksi HPV.

  • Wanita yang mempunyai banyak pasangan seks
7# Siapakah Yang Berisiko Mengalami Infeksi HPV Menetap?

Sumber gambar : cosmopolitan.pl
  •  Wanita yang berusia di atas 30 tahun
  •  Perokok
  •  Penderita gangguan kekebalan tubuh seperti AIDS
  •  Orang yang mengkonsumsi obat steroid seperti pada penderita Lupus
8# Bagaimana Cara Mengetahui Adanya Infeksi HPV?
Infeksi HPV bersifat lokal, tidak masuk ke dalam aliran darah, sehingga tidak dapat diketahui melalui pemerksiaan darah. Deteksi infeksi HPV dapat dilakukan melalui pemeriksaan HPV-DNA tipe risiko tinggi dengan menggunakan sampel yang diambil dari serviks.

9# Apakah Kanker Serviks Dapat Disembuhkan?
Deteksi dini membuat kanker lebih mudah diatasi dan kemungkinan untuk sembuh lebih besar.

Berikut tingkat kesembuhan berdasarkan stadium kanker serviks :

Stadium
Kesembuhan
Stage IA
100%
Stage IB
87% - 90%
Stage IIA
68% - 83%
Stage IIB
62% - 68%
Stage III
33% - 48%
Stage IV
14%

10# Bagaimana Deteksi Dini/Skrining Kanker Serviks Dapat Dilakukan?
Deteksi dini/skrining kanker serviks dapat dilakukan dengan :
  •  Pap smear

Pap smear merupakan suatu tes sederhana untuk memeriksa kesehatan leher rahim dengan cara mengambil sampel sel-sel pada leher rahim untuk mengetahui ada tidaknya sel-sel yang abnormal.

Sumber gambar : meetdoctor.com 
Untuk hasil pemeriksaan yang optimal, pastikan Anda tidak sedang menstruasi, pemeriksaan dilakukan pada hari ke-14 setelah hari pertama mestruasi terakhir, selama 48 jam sebelum pemeriksaan, hindari penggunaan obat-obatan vaginal, kontrasepsi vaginal, douche atau pencuci vagina. Serta tidak boleh melakukan hubungan seksual 1 hari sebelum pemeriksaan.

Pap smear perlu dilakukan secara berkala agar adnormalitas sel serviks dapat diketahui sejak  dini. Kanker serviks yang diketahui sejak dini tingkat keberhasilan pengobatannya lebih besar.

Sebagian besar wanita yang menderita kanker serviks ternyata tidak pernah melakukan pap smear sebelumnya.

  • Pemeriksaan molekuler HPV-DNA
11# Apakah Masih Perlu Melakukan Pap Smear Apabila Telah Vaksinasi HPV?
Jawabannya MASIH. Kombinasi antara vaksin HPV dan skrining serviks (pap smear dan pemeriksaan molekular HPV-DNA) secara rutin terbukti efektif menurunkan angka kejadian kanker serviks.

12# Bagaimana Jika Hasil Skrining Abnormal?
Jika hasil skrining abnormal, maka segera kunjungi dokter kandungan khususnya ahli onkologi.

13# Cara Mencegah Kanker Serviks
        1.       Deteksi dini melalui skrining rutin
        2.       Tindak lanjuti hasil skrining yang abnormal
        3.       Lakukan vaksinasi HPV
        4.       Menerapkan pola hidup sehat

Sumber gambar : pexels.com

14# Kapan Skrining Kanker Serviks Dilakukan?
Skrining kanker serviks dilakukan 3 tahun setelah hubungan seksual pertama, apabila hasilnya normal selanjutnya dilakukan rutin setahun sekali. Apabila hasilnya abnormal, maka skrining dilakukan setiap tahun atau sesuai anjuran dokter.

15# Siapa Yang Perlu Divaksin HPV?

Sumber gambar : chscourier.com
  • Wanita yang belum pernah terkena infeksi HPV tipe 16 dan 18
  • Wanita berusia 10-55 tahun. 
16# Siapa Yang Tidak Boleh Divaksin HPV?
  • Ibu hamil tidak dianjurkan divaksin HPV. Sebaiknya vaksinasi diberikan setelah  persalinan.
  • Ibu menyusui belum direkomendasikan untuk divaksin HPV.
  • Orang dengan hipersensitivitas terhadap vaksin HPV
17# Bagaimana Cara Pemberian Vaksin HPV?
·         Vaksin diberikan melalui injeksi muskular (disuntikan ke dalam otot)
·         Vaksin HPV ada 2 jenis, yaitu :
  • Vaksin HPV bivalen : diberikan pada bulan 0 – 1 – 6
  •     Vaksin HPV quadrivalen : diberikan pada bulan 0 – 2 – 6
Berikut tabel yang dapat membantu Anda dalam mengontrol skrining kanker serviks :

Tahun Periksa
Hasil Pap Smear
Hasil HPV-DNA
Keterangan






































"Mayapada Hospital, Mayapada Hospital Lebak Bulus, Mayapada Hospital Tangerang, Mayapada Healthcare Group, Kanker Serviks, Saya Peduli Kanker Serviks"

Komentar

  1. Naudzubillah, semoga kita dijauhkan dari karker serviks ya mba? Btw, papsmear memang penting bagi wanita. Sama pentingnya dengan rahim itu sendiri bagi seorang wanita.
    Selain itu, menjaga pola pikir dan pola hidup sehat juga harus diutamakan. Agar kita terhindar penyakit yang mematikan seperti itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba Mutia. Semoga dengan edukasi yang baik, semakin banyak wanita yang sadar akan pentingnya skrining awal kanker serviks dan angka kejadian kanker serviks semakin menurun.

      Hapus
  2. Waktu itu pernah dengar seseorang ditawari papsmear gratis tp dia menolak dg alasan takut 'diobrak-abrik'lagi..

    Hmm, sebaiknya kita memang harus belajar meletakkan rasa takut pada tempatnya yaa..

    Saya suka merinding kalo baca artikel semacam ini. Naudubillah semoga kita senantiasa dilindungi yaa dan dimampukan untuk menyempurnakan ikhtiar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Betul Mba, kalo untuk kebaikan kita sendiri, kenapa harus takut 😊

      Hapus
  3. Terkadang diantara kita masih belum tebiasa melakukan pap smear, padahal itu bagus untuk pendeteksian awal supaya ketika positif terkena, penanganannya akan lebih cepat dan kemungkinan sembuhnya lebih besar. Trims utk sharingnya mb. Bera, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Wah, saya blm papsmear nih, padahal usia pernikahan sudah lebih dari 4 tahun. Gak tau juga, sudah vaksin HPV atau blm. Sepertinya perlu mulai cari-cari info soal ini. Semoga dijauhkan dari penyakit ini, dan penyakit lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Bisa mulai dijadwalkan Mba untuk pap smear-nya.. 😊

      Hapus
  5. Infonya lengkap sekali tentang kanker serviks. Saya jadi diingatkan kembali pentingnya pap smear untuk skrining kanker serviks. Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit mematikan ini. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Makasih Teh. Apalagi Teh Lia dulu sempet kerja di lab klinik ya, pastinya udah lebih familiar dengan skrining kanker serviks ini 😊

      Hapus

  6. Saat ini informasi lengkap mengenai papsmear memang telah banyak disosialisasikan. Namun sayangnya kesadaran para perempuan utk melakukannya blm signifikan. Padahal telah banyak contoh2 dari para survivor kanker maupun dari mereka yg telah "kalah" melawan kanker serviks ini.
    Beberapa klinik lab saat ini pun sering memberikan discount utk pemeriksaan pap smear.
    Terima kasih mba, semoga dgn artikel mba yg runut dan jelas ini semakin bnyk perempuan yg tersadarkan dan tergerak utk segera rutin melakukan pemeriksaan pap smear. Selepas saya melewati masa menyusui, saya pun akan cek kembali. Terus menebar informasi menarik dan bermanfaat, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 Mba Wahyuni.

      Kuncinya memang edukasi. Semakin banyak edukasi, semakin banyak pula wanita yang tersentuh, apalagi di era internet ini, informasi semakin mudah disebarkan.

      Hapus

Posting Komentar